KAJIAN IDEOLOGI "IMPLEMENTASI TEOLOGI AL-MA'UN SEBAGAI DAKWAH MUHAMMADIYAH DI ERA DISRUPSI"

 


KAJIAN IDEOLOGI
"IMPLEMENTASI TEOLOGI AL-MA'UN SEBAGAI DAKWAH MUHAMMADIYAH DI ERA DISRUPSI"
Presented by Bidang RPK
bersama IMMawati Uswatun Hasanah
Ahad, 03 Januari 2021


A.      LATAR BELAKANG

PENGARUH TOKOH PEMBARUAN ISLAM TERHADAP PEMIKIRAN KH AHMAD DAHLAN

a)      Sayid Jamaluddin Al Afghani

            Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam bidang sosial dipengaruhi oleh kaum intelek di wilayah Timur Tengah, yang bernama Sayid Jamaluddin Al Afghani. Pemikiran KH Ahmad Dahlan bidang sosial ini tidak terlepas dari kondisi sosial pada saat itu, selain itu riwayat hidup dari KH Ahmad Dahlan juga merupakan bagian yang tidak terlepas dari pribadinya.

b)     Muhammad Abduh

            Bidang pendidikan KH Ahmad Dahlan terinspirasi gerakannya yaitu oleh salah seorang pemikir terkemuka dari Timur Tengah yaitu Muhammad Abduh yang juga seorang murid dari Jamaluddin al Afghani. Dari sinilah, muncul ide-ide refolusioner seorang Ahmad Dahlan untuk memperbaiki sistem pendidikan Pesantren jaman itu. KH. Ahmad Dahlan juga tergerak untuk membangun sekolah Islam.

c)      Rasyid Ridha

Di Mekah Ahmad Dahlan bertemu dan bahkan sempat berdiskusi dengan  Rasyid Ridha, yang merupakan tokoh pembaharu Islam dari Mesir. Perjumpaan dan dialog dengan Rasyid Rida ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap pemikiran Ahmad Dahlan, karena pandangan para pembaharu Islam itu menitik beratkan pada pemurnian tauhid, tidak beriman secara taqlid, atau membabibuta percaya kepada keterangan seseorang tanpa landasan yang primer, yang selama ini juga dipikirkan Ahmad Dahlan.

2.      IMPLEMENTASI TEOLOGI AL MA’UN DALAM GERAKAN SOSIAL

Gerakan kemanusiaan KH. Ahmad Dahlan yang berbasis kewelas asihan merupakan nilai dasardari spirit profetik. Spirit ini merupakan kekuatan yang meng-gerakkan seseorang melakukan tindakan sosial membela sesama . Pragmatis welas asih (spirit profetik) memperoleh ruang dalam kritik surat al-Ma’un pada praktik ibadah yang mengabaikan kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin.

K.H.Ahmad Dahlan telah menafsirkan Al-Ma’un kedalam tiga kegiatan utama yaitu pendidikan, kesehatan dan penyantunan orang miskin. Gerakan-gerakan sisial yang dibangun oleh Muhammadiyah sangat membantu pemerintah untuk mengurangi angka kemeskinan diindonesia. Dalam bidang kesejahteraan sosial, Muhammadiyah telah memiliki 330 amal usaha, baik yang berbentuk panti asuhan yatim, panti jompo, balai kesehatan sosial, santunan keluarga, panti wreda/manula, santunan wreda/manula, panti cacat netra, maupun santunan kematian.

 Apa relevansi antara implementasi Al-Ma’un dengan sosial profetik?

    Profetik berarti nabi, sehingga sosial profetik merupakan cara-cara sosial yang dilakukan oleh nabi. Relevansinya, Al-Ma’un memuat 4 inspirasi pergerakan Muhammadiyah, dari pokok kandungannya sudah diajarkan dari nabi sendiri. Seperti membantu orang miskin, kaum dhuafa serta anak yatim. Jadi teologi Al-Ma’un dan sosial profetik sudah relevan atau sama, karena sumbernya sama yaitu Al-Qur’an.

Tantangan besar dakwah Muhammadiyah kita di masa sekarang?

    Tantangan besar dakwah Muhammadiyah kita dimasa sekarang seperti adanya pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, pendidikan juga banyak kendala, keadilan yang melemah. Hal-hal inilah yang menjadi tantangan besar dakwah Muhammadiyah bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluang dan Tantangan Program Apotek Desa Merah Putih dalam Mewujudkan UHC: Apakah Ancaman bagi Lapangan Kerja Apoteker?

Air Keras Dan Kekerasan : Ketika Zat Kimia Dijadikan Alat Untuk Membungkam

Ketika Istilah ‘D3 Apoteker’ Muncul : Kesalahan Label atau Sinyal Baru?