KAJIAN IDEOLOGI "IMPLEMENTASI TEOLOGI AL-MA'UN SEBAGAI DAKWAH MUHAMMADIYAH DI ERA DISRUPSI"
A. LATAR BELAKANG
PENGARUH TOKOH PEMBARUAN ISLAM TERHADAP PEMIKIRAN KH AHMAD DAHLAN
a)
Sayid Jamaluddin
Al Afghani
Pemikiran KH.
Ahmad Dahlan dalam bidang sosial dipengaruhi oleh kaum intelek di wilayah Timur
Tengah, yang bernama Sayid Jamaluddin Al Afghani. Pemikiran KH
Ahmad Dahlan bidang sosial ini tidak terlepas dari kondisi sosial pada saat
itu, selain itu riwayat hidup dari KH Ahmad Dahlan juga merupakan bagian yang
tidak terlepas dari pribadinya.
b)
Muhammad Abduh
Bidang pendidikan KH Ahmad Dahlan terinspirasi
gerakannya yaitu oleh salah seorang pemikir terkemuka dari Timur Tengah yaitu
Muhammad Abduh yang juga seorang murid dari Jamaluddin al Afghani. Dari
sinilah, muncul ide-ide refolusioner seorang Ahmad Dahlan untuk memperbaiki
sistem pendidikan Pesantren jaman itu. KH. Ahmad Dahlan juga tergerak untuk membangun sekolah Islam.
c)
Rasyid Ridha
Di Mekah Ahmad Dahlan bertemu dan bahkan sempat berdiskusi dengan Rasyid Ridha, yang merupakan tokoh pembaharu
Islam dari Mesir. Perjumpaan dan dialog dengan Rasyid Rida ini memberikan
pengaruh yang kuat terhadap pemikiran Ahmad Dahlan, karena pandangan para
pembaharu Islam itu menitik beratkan pada pemurnian tauhid, tidak beriman
secara taqlid, atau membabibuta percaya kepada keterangan seseorang tanpa landasan
yang primer, yang selama ini juga dipikirkan Ahmad Dahlan.
2.
IMPLEMENTASI
TEOLOGI AL MA’UN DALAM GERAKAN SOSIAL
Gerakan
kemanusiaan KH. Ahmad
Dahlan yang berbasis kewelas asihan merupakan nilai dasardari spirit profetik.
Spirit ini merupakan kekuatan yang meng-gerakkan seseorang melakukan tindakan
sosial membela sesama . Pragmatis welas
asih (spirit profetik) memperoleh ruang dalam
kritik surat al-Ma’un pada praktik ibadah yang mengabaikan
kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin.
K.H.Ahmad Dahlan telah menafsirkan Al-Ma’un kedalam tiga
kegiatan utama yaitu pendidikan, kesehatan dan penyantunan orang miskin. Gerakan-gerakan
sisial yang dibangun oleh Muhammadiyah sangat membantu pemerintah untuk
mengurangi angka kemeskinan diindonesia. Dalam bidang kesejahteraan sosial, Muhammadiyah telah memiliki 330 amal usaha, baik yang berbentuk panti asuhan yatim, panti jompo,
balai kesehatan sosial, santunan
keluarga, panti wreda/manula, santunan wreda/manula, panti cacat netra, maupun
santunan kematian.
Apa relevansi antara implementasi Al-Ma’un dengan sosial profetik?
Profetik berarti nabi,
sehingga sosial profetik merupakan cara-cara sosial yang dilakukan oleh nabi.
Relevansinya, Al-Ma’un memuat 4 inspirasi pergerakan Muhammadiyah, dari pokok
kandungannya sudah diajarkan dari nabi sendiri. Seperti membantu orang miskin,
kaum dhuafa serta anak yatim. Jadi teologi Al-Ma’un dan sosial profetik sudah
relevan atau sama, karena sumbernya sama yaitu Al-Qur’an.
Tantangan besar dakwah Muhammadiyah kita di masa sekarang?
Tantangan besar dakwah Muhammadiyah kita dimasa sekarang seperti adanya pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, pendidikan juga banyak kendala, keadilan yang melemah. Hal-hal inilah yang menjadi tantangan besar dakwah Muhammadiyah bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Komentar
Posting Komentar