KARINA 1 (Kajian Rutin IMMawati Avicenna), "Pandangan Agama Samawi terhadap Perempuan"
KARINA 1 (Kajian Rutin IMMawati Avicenna)
"Pandangan Agama Samawi
terhadap Perempuan"
Presented by Bidang IMMawati
bersama IMMawati Syarifah Izat
Selasa, 15 Desember 2020
Agama merupakan
sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia dengan lingkungan. Sedangkan Berasal dari kata السماوات yang berarti
langit, yaitu agama yang berasal dari langit, karena pengikutnya meyakini agama
samawi dibangun berdasarkan wahyu Tuhan melalui perantara malaikat kepada para Nabi
dan Rasul lalu disampaikan kepada ummatnya. Dalam Islam, wanita adalah sosok
yang diciptakan Allah SWT untuk menjadi:
· Makhluk
yang pantas dicintai dan dihormati
· Sosok
hebat yang terlahir di rahim seorang wanita dna membentuk pribadi hebat dari
didikannya
· Allah
sertakan perasaan yang kuat sekaligus rapuh pada diri wanita
Dalam konteks
agama samawi, sejarah tentang kehidupan dan peran perempuan telah tertuang
dalam Kitab Perjanjian Lama yang diyakini sebagai kitab suci bagi kaum Yahudi.
Kitab Perjanjian Lama menempatkan permpuan sebagai sumber utama dari kesalahan.
Hal ini terkisahkan dalam bentuk cerita atau kisah-kisah yang diyakini
kebenarannya. Dikisahkan bahwa Hawa adalah penyebab dikeluarkannya Adam dari
surga karena telah merayu Adam untuk ikut serta memakan buah khuldi setelah
sebelumnya dia terpesona oleh rayuan iblis. Ajaran Yahudi juga mewajibkan bagi
orang yang telah meninggal untuk melimpahkan hak waris kepada anak laki-laki
tanpa sedikit pun melibatkan anak perempuan. Dalam Kitab Perjanjian Lama Pasal
419 juga tertulis bahwa harta benda yang dimiliki oleh istri adalah harta milik
suami secara penuh, sementara snag istri hanya berhak memiliki harta benda yang
menjadi mahar dalam pernikahan. Dalam Kitab Perjanjian Lama Pasal 429
dinyatakan bahwa laki-laki memiliki hak untuk menceraikan istri yang dianggap
telah melakukan tindakan-tindakan amoral seperti zina. suara perempuan adalah penyabab atau sumber
fitnah. Selain itu, dalam Kitab Perjanjian Baru juga mewajibkan perempuan
supaya menutupi kepalanya dengan hijab. Kaum Nasrani meyakini bahwa di atas
kepala perempuan terdapat setan sehingga bagi perempuan Nasrani yang tidak mau
menutupi kepalanya harus digundul. Al-Maududi berpendapat bahwa agama kaum
Nasrani telah banyak melakukan penyimpangan dalam menerapkan ajarannya. Kaum
perempuan dijadikan sebagai sumber kesesatan dan menyatakan bahwa kecantikan
yang dimiliki seorang perempuan merupakan senjata ampuh bagi iblis untuk
menyesatkan manusia.
Ø Asal
Kejadian Perempuan
Dalam
perspektif ajaran Islam, antara kaum laki-laki dan perempuan memiliki kodrat
dan tabi'at bawaan sejak lahir yang berbeda baik secara phisic maupun psychis.
Sebagaimana kaum laki-laki maupun perempuan, berasal dari laki-laki dan
perempuan, keduanya sama" manusia, yang membedakan adalah tentang iman dan
amalnya (QS. Ali Imran: 195)
Ø Kedudukan
Perempuan Dalam Islam
QS. An-Nisa': 1
Bahwasanya
manusia diciptakan jiwa "orang" yang satu, yaitu Adam serta
pasangannya, yaitu Hawa. Dengan kata lain, sejatinya seluruh manusia secara
geneologi dan kemanusiaan itu bersaudara karena berasal dari satu orang ayah
yang sama, sehingga harus saling tolong menolong antara yang kuat dengan yang
lemah, antara yang kaya dengan yang miskin, agar tercipta tata kehidupan
masyarakat yang harmonis. Dapat dipahami dari surat An-Nisa' ayat 1 tersebut,
bahwa perempuan itu dari aspek kemanusiaannya sama dengan laki-laki, bahkan
sebagai patner hidup yang tidak dapat dipisahkan. Ini merupakan bukti bahwa
Islam menempatkan perempuam pada harkat dan martabat yang terhormat, tidak
kurang derajatnya dengan kaum laki-laki.
Ø Beberapa
hak kaum perempuan dalam Islam
QS. At-Taubah: 71
Dan orang-orang yang
beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong
bagi sebagian yang lain. Mereka mengajak kema'rufan dan mencegah kemungkaran
QS. An-Nisa’: 124
Barang siapa yang
mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang
beriman, maka mereka itu masuk surga
QS. Al-Hujurat: 13
Allah menciptakan
seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikannya berbangsa-bangsa bersuku-suku
supaya kamu saling mengenal. Dan yang paling mulia diantaranya di sisi Allah
ialah orang yg paling bertaqwa.
Ø Keseratan
gender dan feminisme
Dalam
usaha mengatasi ketimpangan sosial, diskriminasi, yang terjadi dalam realitas
kemanusiaan, termasuk didalmanya sosok perempuan yg tidak jarang menjadi korban
dari sistem sosial. Karenanya muncullah berbagai gerakan-gerakan gender,
feminisme yang merupakan bagian dari emansipasi, demokrasi, dan humanisasi
kebudayaan atau peradaban untuk menggugat & membongkar struktur budaya
ketidakadikan, diskriminasi, penindasan, dan kekerasan terhadap perempuan. Lalu
muncul gerakan feminisme di negara Barat pada awal abad ke-19, yang dikenal
dengan gerakan untuk memajukan perempuan, baik mengenai kondisi kehidupannya
maupun tentang status dan peranannya.
"Padahal apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanyadengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya kedalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan)." (QS. An-Nahl: 58-59)

Komentar
Posting Komentar