Ada Apa Dengan Negriku ?
Ada Apa Dengan Negriku ?
Oleh Miftah Muhayaroh
Bulan desembar, bulan pertama kali ditemukan virus corona
dinegeri china. Kasus ini bertambah sangat cepat berkembang dimanapun, yang
awalnya hanya di china saja sekarang berambat keseluruh penjuru dunia bahkan
diindonesia pun sendiri kasus ini sudah tergolong sangat membahayakan dan telah
memakan korban jiwa. Juga orang-orang yang positif corona pun juga kian
bertambah banyak dari hari kehari. Kritik untuk indonesia yang mengatakan
negara indonesia lambat mengatasi kasus ini ada benarnya. . Buktinya korban terus berjatuhan, Alat
Pelindung Diri (APD) untuk dokter terbatas, sehingga sejumlah dokter meninggal,
dan yang terpapar terus bertambah, hari ini kamis 23 april 2020 sudah
ada 7775 yang positif terinfeksi corona, ada 647 orang yang meningggal akibat
covid-19, ada 960 orang yang sembuh dari corona dan ada 39.930 orang yang
negatif terinfeksi corona. Dan setiap harinya korban dan yang terinfeksi kian
menambah pesat
Seperti yang telah kita
ketahui beberapa minggu ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah
menetapkaan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) dijakarta. Aturan ini
bertujuan untuk menghambat penyebaran virus corona ( covid-19). Yang pada
akhirnya penerapan peraturan PSBB tersebut telah diterapkan diberbagai prpinsi
seperti sumatera barat, sumatra utara, makssar, dll. Adapula munculnya berbagai
gerakan saling menolong yang dilakukan dari berbagai kalangan seperti yang
dilakukan oleh influencer, designer, dll. Ada yang melakukan gerakan untuk
menolong tim medis baik dalam mengatasi kekurangn APD, maupun membagikan
sembako untuk kalangan menengah kebawah. Tapi sebenarnya apa yang dilakukan
oleh pemerintah indonesia untuk menghadapin covid-19? Mengapa banyak nya unsur
politik dibalik kasus ini?
Pemerintah indonesia
untuk mengahadapi kasus covid-19 ini. Mereka mengeluarkan landasan hukum
pembebasan napi yaitu permenkum HAM Nomor 10 tahun 2020 dan Keputusan Menkum
HAM Nomor 19.PK.01.04 tahun 2020.
Menurut pemerintah dilakukan pembebasan ini untuk mengurangi menghindari
penularan didalam penjara dan pengeluaran dana dapat disalurkan pemfokuskan
kasus covid-19. Tetapi kenapa harus dibebaskan? Dari banyaknya pilihan yang
dapat kita lakukan, kenapa tidak melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti
dilakukannya para narapidana kegiaatn seperti membuat APD, dan membatasi
pergerakan keluar masuk oleh petugas maupun pengunjung. Akibat dibebaskannya
narapidana ialah bertambahnya pengngangguran, tingkat krimilitas sekarang kian
meningkat. Bahkan banyak pegawai-pegawai di-phk secara sepihak diakibatkan
kasus covid-19, banyaknya perusaha-perusaha yang terancam bangkrut karena
pemerintah terlalu fokus kepada hal-hal yang tak berguna.
Jadi, teman-teman ku.
Sebagai warga negara yang baik, memang kita sekarang tak bisa berbuat banyak
dengan berbagai peraturan yang konyol yang diterapkan oleh pemerintahan
sekarang karena keadaan sekarang yang tak memungkinkan karena adanya covid-19
ini. Tetapi bukan berarti kita hanya diam saja, tetap lakukan hal yang bisa
dilakukan. Lakukanlah hal-hal dari perubahan-perubahan kecil dan keterdampakan
positif dilingkungan kita. Setidaknya kita sedikit berguna dinegeri ini, bukan
hanya menjadi sampah masyarakat saja.


Komentar
Posting Komentar