Bulletin 2019


           
NARKOBA, SEBUAH REKA CIPTA YANG DISESALKAN
Oleh :  Pimpinan Umum

Awalnya narkoba dikonsumsi secara mentahan oleh masyarakat terdahulu. Narkoba pertama dikenal sebagai 'candu'. Candu pertama dikenal oleh bangsa Sumeria, mereka menyebutnya "Hul Gill" artinya 'Tumbuhan yang menggembirakan' karena efeknya yang dapat menyembuhkan rasa sakit dan memudahkan penggunanya terlelap.
Filsuf dan ahli medis Hippocrates, Plinius, Theopratus dan Dioscorides menggunakan candu sebagai bagian dari pengobatan, terutama pembedahan. Saat itu Hippocrates belum menemukan bahan aktif candu namun ia tahu kegunaan candu sendiri yang bersifat analgetik (pereda sakit) dan narkotik.
Seiring dengan berkembangnya zaman, perubahan dan perkembangan narkoba kini semakin beragam dan mulai munculnya penyalahgunaan tak bertanggung jawab yang marak sekali terjadi dikalangan masyarakat mulai dari masyarakat menengah ke bawah maupun menengah ke atas.

Ilmuwan David Nichols, penemu racikan kimia yang mirip ekstasi dan Asam Lisergat Dietilamida (LSD) itu menyesali hasil temuannya.Nichols meneliti bagaimana obat psychedelic beraksi di otak tikus. Racikan kimia itu mampu menjelaskan bagaiman bagian-bagian otak bekerja. Nichols kemudian menerbitkan hasil temuannya dan berharap agar dapat dipakai ilmuwan lain untuk mengobati depresi dan penyakit parkinson. Namun, harapannya pupus. hasil kerja Nichols ke luar dari lingkaran ilmiah dan justru dibajak dan diubah dengan asal menjadi bentuk narkoba.        


  Sayangi Bumi, Katakan Tidak untuk Sedotan Plastik 
Oleh :  Lembaga Studi dan Pengembangan Ekonomi Umat (LSPEU)


               Dalam sejarah sedotan mulai digunakan untuk alat bantu meminum minuman keras oleh bangsa sumeria pada sekitar tahun 3000 SM. Berdasarkan penemuan artefak sedotan yang terbuat dari emas berlapis batu mulia lazuli berwarna biru. Selanjutnya seiring berkembangnya zaman bahan baku sedotan mulai termodifikasi baik dengan logam, jerami, kertas hingga akhirnya perkembangannya pesat. Sedotan berkembang pesat terjadi sejak 1888 menggunakan bahan baku plastic. Penduduk dunia termasuk Indonesia, kini sudah menjadi konsumen setia sedotan plastic. Menurut data Divers Clean Action Indonesia saja mengkonsumsi sekurangnya  93 batang sedotan plastic setiap harinya. Jika dihitung perminggu pemakaian sedotan penduduk Indonesia akan mencapai 117.400 km atau hampir 3x jarak keliling bumi dan jika dihitung perbulan pemakaian sedotan penduduk Indonesia akan mencapai 503.500 km. Lembaga riset lingkungan ecowatch mencatat sekurangnya 500 juta batang sedotan plastic didunia dibuang setiap hari. Ironisnya, sampah sedotan termasuk kedalam 10 besar sampah yang ditemukan dilaut, setelah dibuang dan hanyut melalui saluran air seperti selokan dan sungai lalu hanyut ke laut. Setiap tahunnya, sekitar sepertiga makhluk hidup laut termasuk terumbu karang dan burung laut mati disebabkan oleh sampah plastik, termasuk sedotan plastik yang digunakan dan berakhir di lautan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat terumbu karang sangat berperan besar untuk melindungi pantai dari erosi, banjir pantai, dan peristiwa perusakan lain yang diakibatkan oleh fenomena air laut. Terumbu karang juga merupakan tempat mencari makanan, tempat tinggal, dan hewan laut. Lebih dari 11 miliar fragmen plastik yang mengendap di terumbu karang berasal dari Asia-Pasifik, dimana kondisi terumbu karang di Indonesia lebih buruk karena pengelolaan sampah yang tidak berjalan dengan baik. Terumbu karang yang telah tertutup sampah plastik lambat laun akan mengalami pemutihan (coral bleaching) selama 4 hari karena fragmen yang dihasilkan dari plastik dapat melukai tubuh terumbu karang dan menghambat penetrasi cahaya matahari dan oksigen. Akibatnya, terumbu karang akan lebih rentan terhadap penyakit dan dapat mati. Selain itu, sampah plastik yang terbuang ke laut bisa saja termakan oleh hewan atau memerangkap hewan yang melintas sehingga dapat membahayakan kelangsungan hidup makhluk laut. Menurut Dr. Agus Haryono dari Pusat Penelitian Kimia (LIPI), selain berbahaya bagi lingkungan, sedotan plastik juga memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan manusia. Menurut Christy Brissette seorang Ahli Gizi, diluar dampak lingkungan yang tidak sehat, ada beberapa alasan untuk menghindari penggunaan sedotan plastik bagi kesehatan. Minum dengan sedotan plastik dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke sistem pencernaan. Kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan penggunaan sedotan mengalami peningkatan gas dan kembung di perut. Dampak lainnya adalah minum menggunakan sedotan plastik dapat membuat gigi berlubang karena sedotan plastik cenderung mengirim aliran cairan yang terkonsentrasi ke area kecil gigi yang dapat mengikis enamel sehingga menyebabkan kerusakan pada gigi. Jika kita memang sudah sangat bergantung dan membutuhkan sedotan untuk minum tidak ada salahnya kita menggunakan sedotan yang lebih personal atau pribadi, sedotan yang bisa dipakai berulang kali seperti yang terbuat dari bahan kaca atau stainless steel, ataupun menggunakan sedotan sekali pakai yang lebih ramah lingkungan seperti  sedotan dari pati jagung bukan sedotan yang sekali pakai langsung buang. Namun setelah kita pikirkan minum tanpa sedotan juga sama menyenangkannya dibandingkan minum dengan sedotan, karena mengurangi sampah sedotan cara yang terbaik adalah tidak memakai sedotan. 

Urgensi Perayaan Hari Anak Internasional
Oleh : Bidang Kader

Hari anak internasional yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan hari yang  bertujuan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia. Hari anak internasional ini pertama kali dirayakan pada tahun 1857 pada hari Minggu kedua di bulan Juni. Hari peringatan ini dibuat oleh seorang pendeta di Massachusetts, Amerika. Pendeta itu mengadakan sebuah pelayanan khusus untuk anak-anak. Peringatan Hari Anak Internasional baru secara resmi diperingati mulai tahun 1929 setelah diresmikan di Turki tanggal 23 April. Kemudian pada tahun 1950, ada peringatan Hari Internasional untuk Perlindungan Anak yang diperingati tanggal 1 Juni. Kemudian 1 Juni diperingati juga sebagai Hari Anak Internasional atau Childrens (Children's) Day.
 Melalui momentum hari anak internasional masyarakat dunia seharusnya sadar  para anak-anak di seluruh dunia harus dapat menikmati masa kecil mereka dengan bahagia. Dimana dapat bercengkrama bersama dengan ayah ibu, dan dapat bermain dengan teman sebayanya. Anak-anak juga harus dikenalkan dengan hal-hal baru yang akan mereka jalani ketika dewasa nanti. Namun nyatanya dewasa ini kebanyakan anak-anak sudah tidak mendapatkan hak-hak mereka lagi. Yang seharusnya mereka mendapatkan kasih sayang yang hangat dari kedua orang tua, namun kini para orang tua seakan tak peduli. Mereka meninggalkan anak-anak mereka bersama para asisten rumah tangga mereka, dan lebih parahnya mereka kenalkan pada anak-anak mereka gawai yang sebenarnya bukan mainan tepat untuk umurnya.
 Kalau tadi merupakan gambaran anak-anak yang berada di lingkungan keluarga yang nyaman, lingkungan yang aman sungguh sangat kontras berbeda dengan anak-anak lain yang berada di medan peperangan. Mereka berada di situasi yang sangat jauh berbeda dengan keadaan anak-anak seusia mereka. Jika anak-anak biasa dapat bermain mainan dengan riang justru mereka tak ada hal untuk dimainkan. Jika anak-anak yang lain dapat tinggal di rumah dengan layak, mendapat kehangatan dari ayah ibu  lain halnya dengan mereka. Rumah mereka hancur luluh lantak karena bom, mereka tinggal di tenda pengungsian dengan harapan cemas kapan ayah mereka kapan akan pulang. Dengan ibu mereka yang tak hentinya menenangkan.
 Lalu bagaimana keadaan anak-anak yang berada di daerah pedalaman, yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Mereka yang berjuang untuk tetap mendapatkan makanan untuk hari itu. Bagaimana dengan anak-anak mereka? Kalau anak-anak yang berada di daerah perkotaan dapat menikmati masakan yang sehat dan bergizi tiap harinya lantas bagaimana dengan mereka. Anak-anak disana kalau bisa dibilang hanya makan bila makanan itu ada, dan kalaupun ada mereka tentu harus saling berbagi. Tak dipungkiri banyak anak-anak di daerah pedalaman yang mengalami gizi buruk. Mereka yang mungkin hanya makan sekali dalam sehari, yang itu belum tentu sehat. Hal inj mungkin dengan hak anak dimana harus mendapat cukup nutrisi untuk kehidupannya.  Tapi apa mau dikata, memang begitu lah keadaannya.
 Dari tiga gambaran kondisi anak-anak yakni dimana anak yang kurang mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, anak-anak yang berjuang bertahan di tengah kerasnya medan perang, dan anak-anak yang berjuang melawan kurangnya makanan bergizi di daerah pedalaman menjadikan gambaran bagi kita agar lebih banyak memperhatikan pemenuhan hak-hak anak kita. Mari kita sayangi anak-anak kita, dan perlakukan mereka seperti seharusnya. Mari kita sama-sama berjuang untuk kebebasan untuk anak-anak yang saat inu belum bisa aman dan nyaman hidupnya seperti kita. Semoga dengan peringatan hari anak internasional ini sebagai batu pijakan awal untuk pemenuhan kembali hak-hak anak di seluruh dunja yang selama ini mungkin terenggut darinya. Selamat Hari Anak Internasional.

Pancasila dalam Perbuatan
"Pidato Bung Karno"
Oleh : Bidang Hikmah

Alangkah banyak macam agama disini,
Alangkah banyak macam aliran disini,
Alangkah banyak macam golongan disini,
Alangkah banyak macam suku disini,
Bagaimana mempersatukan aliran-aliran, suku-suku, agama-agama, dan lain-lain sebagainya itu,
Jika tidak diberikan satu dasar yang mereka bersama-sama bisa berpijak diatasnya,
Dan itulah saudara-saudara,
PANCASILA.

Keteladanan itu adalah nilai operasional, bukan sekadar kata-kata mutiara. Artinya, selain bersifat inspiratif begitulah pancasila sebagai sumber keteladanan bagi kita semua. Pancasila merupakan konstruksi gagasan yang dirancang penuh keseriusan oleh Bung Karno. Bahan bakunya, yaitu nilai-nilai yang nyata-nyata hidup dan bekerja dalam masyarakat. Bung Karno melakukan kristalisasi nilai-nilai tersebut secara paripurna.
Sayangnya penghormatan kita kepada Pancasila justru penempatannya sebagai teks sakral yang kosong. Bahkan yang didegradasikan menjadi alat kekuasaan. Pengalaman traumatik itu mengantarkan kita pada kegetiran yang mengenaskan. Pascareformasi 1998, bangsa ini seolah-olah dalam situasi vakum ideologi. Pancasila direduksi melalui metode hafalan, sehingga impresinya hilang.
MATA AIR KETELADANAN, PANCASILA DALAM PERBUATAN.
Selamat Membaca, dan Merdekalah...


PANCASILA
Oleh : Bidang RPK

Sebelum kau lahir di Indonesia tercinta ini
Kau dirumuskan oleh 3 tokoh negara
Kau dirumuskan dalam sidang BPUPKI
Kau jadi dasar negara
Dan 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirmu

Pancasila sakti
Semangat merah putih selalu membara
Di negeri Indonesia tercinta ini
Kau punya lima sila yang suci
Dan setiap silamu terdapat butir-butir Pancasila

Kelima silamu selalu mempunyai arti
Terdiri dari nilai-nilai luhur
Menjaga harkat dan martabat
Serta menjunjung tinggi kemanusiaan
Di negeri tercinta ini

Pancasila sakti
Ku kibarkan selalu bendera bangsa
Ku ikrarkan dirimu sebagai jati diri bangsa
Ku teriakkan sila-silamu sebagai jiwa bangsa
Wahai Pancasila dasar negara Indonesia

Hiduplah Pancasilaku
Pesta demokrasi baru saja berlalu
Mari kita kembali bersatu
Layaknya sila ketiga yang selalu dalam kalbu
Akan teringat dan diikrarkan selalu

Bangkitlah Pancasila
Agar bangsa Indonesia jaya
Janganlah kau menyerah begitu saja
Janganlah kau musnah di telan masa
Hingga Indonesia menggapai cita


SYAWAL
Oleh : Bidang IMMawati




Bulan  syawal  adalah bulan ke-10 dalam penanggalan hijriyah.Tanggal 1 Syawal adalah IdulFitri, seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia mengumandangkan takbir. Maka, bulanSyawal pun merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh umat Islam secara serentak, paling tidak satu malam, yakni begitu malam memasuki tanggal 1 Syawal alias malam takbiran, menjelang Shalat Idul Fitri. Kumandang takbir merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh. Kemenangan yang diraih itu tidak akan tercapai, kecuali denganpertolongan-Nya. Maka umat Islam pun memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tasbih. “Dan agar kamu membesarkan Allah SWT atas petunjuk yang Ia berikan kepada kamu, dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan” (QS. Al-Baqarah: 185). Pada tanggal 1 syawwal juga adalah hari bahagia umatmuslim di dunia, karena hari itu adalah hari perayaan setelah melaksankan sebulan penuh berpuasa pada bulan sebelumnya yakni bulan Romadhon, hari dimana kita bisa berkumpul dengan sanak saudara, keluarga, tetangga, dan orang-orang yang kita sayangi, hari dimana kita insyaAllah menjadi pribadi yang lebih baik lagi dikarenakan puasa dan amal baik kita selama di bulan ramadhan aamiin. Pada bulan Syawwal juga kita umat muslim disunnahkan untuk berpuasa selama 6 hari, sebagai kelanjutan puasa Ramadhan. “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh ” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan IbnuMajah). Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak  melakukan amaliah silaturahmi, mulai mudik ke kampung halaman, saling bermaafan dengan teman atau tetangga, halal bihalal, kirim SMS dan telepon, dan sebagainya. Betapa Syawal pun menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah SWT karena umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Syawal adalah bulan penuh ceria.Di Indonesia bahkan identik dengan hal yang serba baru. Misalnya; baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga baru, dan lain-lain. Orang-orang bersukacita, bersalaman, berpelukan, bertangis  bahagia, mengucap syukur yang agung, meminta maaf, memaafkan yang bersalah begitu banyak doa terlempar di udara. Begitu banyak cinta kasih saling diberikan antarseluruh umat manusia. Aura maaf tersebar di seluruh penjuru bumi, nuansa peleburandosa, nuansa pencarian makna baru dalam hidup. Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah.Rasulullah Saw menunjukkan sendiri bahwa bulan Syawal baik untuk menikah. Siti Aisyah menegaskan: “Rasulullah SAW menikahi saya pada bulan Syawal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawal, maka siapakah dari isteri  beliau yang lebih beruntung daripada saya?” Selain dengan Siti Aisyah, Rasul  juga menikahi Ummu Salamah juga pada bulan Syawal. Menurut Imam An-Nawawi, hadits tersebut berisi anjuran menikah pada bulan Syawal. Syawal adalah bulan “peningkatan” kualitas dan kuantitas ibadah. Syawal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan.Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam. Na’udzubillah. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawallah “pembuktian” berhasil-tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa. Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat  beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan. Amin Ya Rabbal Alamin.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluang dan Tantangan Program Apotek Desa Merah Putih dalam Mewujudkan UHC: Apakah Ancaman bagi Lapangan Kerja Apoteker?

Air Keras Dan Kekerasan : Ketika Zat Kimia Dijadikan Alat Untuk Membungkam

Ketika Istilah ‘D3 Apoteker’ Muncul : Kesalahan Label atau Sinyal Baru?