Resensi Buku

Resensi Buku
“Islam Sebagai Ilmu”

oleh: IMMawati Widia Ristiana

Buku ini ditulis berdasarkan keprihatinan Kuntowijoyo tentang “Islamisasi Pengetahuan”. Pada dasarnya inti dari “Islamisasi Pengetahuan” adalah mengembalikan pengetahuan pada  asal muasalnya yaitu agama (keimanan dan tauhid). Hal tersebut mengganggu pikirannya, terlebih hubungan antara islam sebagai ilmu dan realitas yang terjadi belum jelas. Dalam buku ini, beliau memberi 3 penyikapan kita terhadap  hubungan islam dan ilmu,
1.    Pengilmuan Islam
2.    Paradigma Islam
3.    Islam sebagai Ilmu
Menurut beliau, perlunya Pengilmuan Islam karena gerakan intelektual islam tidak hanya tekstual melainkan kontekstual. Orang islam harus melihat “realitas melalui islam dan eksistensi ilmu di dalam Al-Quran”. Mengapa kita harus melihat realitas melalui islam ? Karena ilmu-ilmu sekuler tidak selalu objektif. Ilmu dan filsafat sebagai bentuk pemikiran manusia menggantikan kedudukan agama yaitu digunakan sebagai petunjuk bagi orang yang percaya misalnya saja Darwinisme, Marxisme, Pragmatisme, dsb. Sebaliknya agama malah dijadikan sebagai ilmu. Dengan Pengilmuan Islam dimaksudkan agar subjektif agama menjadi objektif ilmu.

Teori Kebenaran
Teori kebenaran dalam Pragmatisme bahwa kepercayaan itu benar hanya kalau itu berguna, pragmatis menolak pandangan tentang rasionalitas dan idealisme. Akan tetapi, islam tidak seperti itu, kebenaran dalam islam ialah apa saja yang datang dari Allah SWT baik itu berguna atau tidak dalam kehidupan praktis. Al-quran dan As-sunnah sebagai tuntunan dan pedoman tidak menjadikan islam kaku.

Dekodifikasi (penjabaran)
Al-quran dan As-sunnah dijabarkan ke dalam ilmu-ilmu agama seperti tafsir, fiqih dsb. Hasil dari penjabaran inilah yang kita gunakan untuk berpikir.

Islamisasi Pengetahuan

Ada pertanyaan mengenai kedudukan pengetahuan dalam islam. Pengetahuan adalah kebudayaan.  Kadang-kadang pengetahuan mengklaim sebagai kebenaran. Islamisasi pengetahuan sebagian memang perlu karena ada pengetahuan yang bersifat tidak objektif.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluang dan Tantangan Program Apotek Desa Merah Putih dalam Mewujudkan UHC: Apakah Ancaman bagi Lapangan Kerja Apoteker?

Air Keras Dan Kekerasan : Ketika Zat Kimia Dijadikan Alat Untuk Membungkam

Ketika Istilah ‘D3 Apoteker’ Muncul : Kesalahan Label atau Sinyal Baru?