Roman Di Lantai III (part 2)
PERSIAPAN
PELANTIKAN
Hanya dua hari setelah Musykom selesai, anggota formatur sudah menyelesaikan
tugasnya menyusun jajaran pimpinan baru. Tidak perlu komentar “Kog cepat
sekali terbentuknya, padahal mereka punya waktu tujuh hari lho”. Pimpinan
tahun ini memang spesial, jauh-jauh hari sebelum Musykom sudah punya susunan
struktural yang sudah pakem.
Ketum
terpilih tampak sibuk membaca ucapan selamat yang menghiasi dinding facebook,
begitu pula kiriman via BBM, WA, Line, yang tumplek blek
di smartphone barunya. Sadar akan amanah berat yang dipikul, ketum tidak
mau bereuforia dan segera menyiapkan agenda mendesak; pelantikan pimpinan.
Ketum juga tidak perlu jumpa pers, mengikrarkan kemenangan atau bahkan diundnag
buka bersama oleh ketum demisioner. Dia mulai menjalankan “pemerintahan
transisi” seperti istilah Presiden yang baru disahkan Komisi Pemilihan Umum.
Dikumpulkanlah jajaran pimpinan yang ditetapkan oleh ke-13 formatur kemarin.
“Teman-teman,
berhubung jajaran pimpinan sudah terbentuk maka kita harus persiapkan prosesi
pelantikan oleh Pimpinan Cabang. Apa pandangan atau usulan teman-teman??”, Ketum membuka rapat perlahan dengan
bahasa yang tertata. Seolah menunjukkan pada forum bahwa “pandangan dan usulan”
itu redaksional yang berbeda. Meskipun umumnya orang rapat itu pasti usul dan
memberikan pandangan. Tetapi tak jarang juga yang hanya memberi pandangan tanpa
diimbuhi usulan, mereka umumnya terkesan bijak meski tidak tegas. Banyak juga
yang usul tanpa pandangan yang matang, umumnya ini orang ambisius. Jangan lupa
juga, ada yang datang rapat Cuma diam, sms.an, tanpa sibuk menanggapi usulan
atau pandangan.
BO
(panggilan sayang bidang organisasi, tetapi tidak untuk hikmah lho) lantas
menangkap bola dari ketum. “Setelah nanti 30 hari, apabila hasil Musykom
tidak ditanggapi pimpinan cabang maka dianggap sah”, ujarnya mengutip salah
satu pasal di AD ART. “Tahun-tahun sebelumnya, pimpinan komisariat dilantik
secara bersama-sama dan serentak di Balai Muhammadiyah Solo”, imbuhnya
sambil membuka catatan dokumentasi periode sebelumnya.
“Tahun
kemarin serentak malah terkesan tidak hikmat, belum lagi komisariat lain ada
yang molor dan tidak ontime” Hikmah segera menyahut dengan lantang.
“Molor
dengan tidak ontime itu sama kelezz... Helloow...” Medkom menimpali di
sampingnya. “Saya usul kita pelantikan sendiri saja, tidak usah
bareng-bareng. Kita ini mau pelantikan atau koor??”, Hikmah semakin lantang
melanjutkan.
RPK yang
dulunya bernama keilmuan turut berbicara, “Keuntungan kalau pelantikan
sendiri, tema diskusi nanti bisa disesuaikan kebutuhan komisariat kita. Kalau
di cabang khan biasanya tema melangit, pembicaranya level nasional. Malah
banyak yang tidak menghiraukan”.
“Kalau
sendiri, nanti bagaimana dengan anggapan bahwa komisariat kita eksklusif, tidak
mau bersama-sama”, sambung
Sosma yang peka dengan analisis sosial. Selanjutnya giliran Kader berbicara. “Hmmhmm...
terlepas dari pertimbangan eksklusif dan sebagainya. Aku sepakat kalau
pelantikan di komisariat sendiri. Pertama, karena sumpah yang diucap akan lebih
hikmat. Kedua, ini bisa dijadikan momentum mengajak partisipasi mahasiswa baru
agar lebih mengetahui kegiatan IMM”.
“Tetapi
kalau pelantikan sendiri, biayanya lebih gedhe. Mending ikut pelantikan cabang,
bisa hemat anggaran”, Bu Bendum
kembali tampak Jutek menanggapinya. “Idiiihh.. cantik-cantik sering galak
nihh bendum. Kalau persoalan anggaran, dana LSPEU bisa digunakan, santai saja”,
LSPEU menunjukkan kekayaannya sembari genit.
“IMMawati
ada usulan apa??” tembak
Sekum yang sedari tadi mengamati IMMawati hanya diam dan mengangguk-angguk. “Ehm..
saya sih manut saja. Yang penting substansi pelantikan tetap terjaga. Bahwa
setiap pimpinan harus hadir saat dilantik”, ujarnya lembut penuh pesona.
“Kalau
memang masih belum mencari titik temu, setiap pimpinan nanti malam istikharoh
dulu. Jangan tinggalkan Tuhan di setiap urusan organisasi, usul Dakwah & Kajian Keislaman
dengan bijak. “Berhubung ini sudah menjelang maghrib, rapat kita pending
dulu saja, kita lanjutkan setelah teman-teman mendapat pencerahan di sepertiga
malam, pungkasnya.
Semoga
mereka sempat membaca catatan sejarah bahwa periode 2 tahun sebelum mereka juga
menyelenggarakan pelantikan di gedung K lantai IV, tetap saja jadi periode yang
progresif. Hasil perkaderannya baru saja didemisionerkan kemarin sore

Komentar
Posting Komentar